Hidangan Penutup Khas Myanmar Yang Menggugah Selera

Hidangan Penutup Khas Myanmar Yang Menggugah Selera

Hidangan Penutup Khas Myanmar Yang Menggugah Selera – Hidangan penutup khas Myanmar terdiri dari makanan dan minuman manis yang bervariasi menurut wilayah dan musim, dan seringkali membutuhkan banyak waktu dan usaha untuk mempersiapkannya. Beberapa makanan penutup tradisional myanmar tersedia sepanjang tahun, sementara yang laun hanya tersedia selama musim festival. Sebagian besar makanan penutup tradisional negara ini adalah hidangan manis yang di sajikan di akhir makan. Berikut di bawah ini ada beberapa hidangan penutup khas myanmar yang menggugah selera.

Paung Din

Khao lam atau kralan adalah makanan penutup khas asia tenggara yang unik, terdiri dari nasi ketan manis, baik putih maupun merah, yang di kukus dalam tubuh bambu. Makanan ini populer di thailand, myanmar, kamboja, dan laos. Versi aslinya yang paling sederhana hanya terdiri dari nasi yang di campur dengan air dan garam, tetapi interpretasi yang lebih rumit saat ini mencakup penambahan kelapa parut, gula, santan, dan kacang merah. Nasi di campur dengan bahan-bahan yang di inginkan dan di tempatkan di dalam batang bambu yang telah di siapkan khusus. Santan di tambahkan di atas nasi, kemudian batang bambu di tutup rapat dan di letakkan dengan hati-hati di atas bara tapi. Proses memasak lambat yang tidak biasa ini mengubah nasi menjadi kreasi yang manis dan kaya rasa, mirip dengan custard atau puding nasi. Versi modern hadir dalam berbagai rasa berbeda seperti talas, durian.

Sanwin Makin

Sanwin makin merupakan hidangan penutup tradisional yang berasal dari myanmar. Biasanya di buat dengan merebus semolina, gula, dan krim kelapa hingga menjadi adonan kental. Dan telur di tambahkan untuk mengaerasi adonan sebelum di panggang dalam oven. Daftar bahan-bahannya meliputi semolina, gula, krim, kelapa, mentega, telur, garam, dan kapulaga. Setelah di panggang, sanwin makin biasanya di beri taburan biji wijen. Hidangan penutup ini dapat di nikmati hangat atau dingin dan secara tradisional di potong berbentuk berlian. Makanan ini sangat populer selama perayaan di negara tersebut.

Baca Juga: Makanan Khas Kosta Rika Yang Menggugah Selera

Shwe Yin Aye

Hidangan ini merupakan makanan penutup dingin tradisional yang berarti pendingin hati emas, mengisyaratkan sifatnya yang menyegarkan. Manis, lembut dan kaya rasa, hidangan spesial ini di buat dengan menggabungkan nasi ketan kukus, sagu atau mutiara tapioka, stik tapioka, mi jeli cendol, bubuk agar-agar, sirup gula, dan santan dingin. Sepotong roti tawar putih (utuh atau di potong menjadi empat bagian) sering di tambahkan ke dalam campuran sebelum di sajikan dengan es batu atau es serut. Di negara ini, hidangan ini umumnya di nikmati sebagai makanan penutup musim panas yang menyegarkan, dan sangat populer selama thingyan (festival air). Pedagang makanan kaki lima sering menjual makanan manis ini, dan juga tersedia sebagian besar restoran di negara ini.

Kyauk Kyaw

Makanan ini adalah hidangan penutup sederhana khas burma yang terdiri dari santan, agar-agar, air, gula, dan garam. Bahan-bahan tersebut di rebus lalu di diamkan sebenatar sebelum di biarkan mengeras pada suhu ruangan. Setelah mengeras, campurkan tersebut akan menghasilkan makanan penutup yang padat dan seperti jeli dengan dua lapisan berbeda. Lapisan putih santan yang lembut dan lapisan air yang transparan. Beberapa versi menambahkan pewarna makanan, ekstrak, buah segar atau kalengan, atau cokelat untuk menciptakan makanan penutup yang lebih berwarna. Kyauk kyaw biasanya di nikmati dalam keadaan dingin, di potong menjadi irisan berbentu persegi atau belah ketupat.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *