Pemilu Atau Revolusi – Negara indonesia telah menjalani telah banyak mengalami perjalanan yang panjang dalam sistem politiknya. Setelah mengalami reformasi pada 1998, indonesia beralih menjadi negara demokratis yang mengandalkan pemilu sebagai salah satu cara utama untuk bisa memilih pemimpin dan juga wakil rakyat. Pemilu yang di selenggarakan setiap 5 tahun sekali tersebut, di harapkan bisa membawa perubahan besar untuk rakyak indonesia.
Namun meskipun pemilu di anggap sebagai simbol demokrasi, ada banyak pihak yang mulai meragukan apakah hal tersebut efektif dalam mengubah sistem politik yang ada, ataukah indonesia lebih membutuhkan revolusi politik untuk bisa mencapai perubahan yang lebih mendalam. Lalu apa sebenarnya yang paling di butuhkan dalam mengubah politik indonesia, pemilu atau revolusi ?
Bagaimana Keadaan Sistem Politik Indonesia Sekarang?
Meskipun sistem politik indonesia sudah banyak mengalami perubahan dari sejak masa orde baru, namun kita masih menghadapi berbagai tantangan serius. Sejak reformasi 1998, negara kita mengadopsi sistem multipartai yang demokratis. Namun sayangnya sistem ini juga menimbulkan permasalahan yang baru. Salah satunya adalah dominasi partai-partai besar yang lebih banyak berfokus pada kepentingan individu dan kelompok tertentu daripada kepentingan rakyat.
Selain itu, politik dinasti juga cukup menjadi masalah yang mengkhawatirkan. Banyak kekuasaan yang di wariskan dalam satu keluarga, hal tersebut menciptakan ketidaketaraan dalam representasi politik. Tidak hanya itu, politik uang juga menjadi salah satu masalah dalam pemilu di indonesia. Pemilu juga sering di gunakan sebagai ajang praktik korupsi, yang dimana calon-calon mengunakan uang untuk bisa membeli suara. Dalam keadaan seperti ini apakah pemilu masih bisa di bilang alat yang efektif ?
Baca Juga : Konflik Kuil Preah Vihear Antara Kamboja dan Thailand
Mengapa Banyak Yang Meragukan Pemilu Bisa Mengubah Sistem Politik?
Sekarang sudah banyak yang mulai meragukan pemilu bisa membawa perubahan besar baik dalam ekonomi maupun dalam sistem politik. Kritik terhadap pemilu biasanya pada dua hal utama yaitu :
– Pertama, sistem pemilu yang belum bisa sepenuhnya menjamin pemilihan pemimpin yang berintegritas dan berkualitas.
– Kedua, meskipun berlangsung secara bebas dan adil, namun proses pasca pemilu sering kali memperkuat sistem yang sudah ada, yang dimana partai-partai besar yang sudah berkuasa akan tetap mendominasi jalan pemerintah.
Meskipun pemilu seharusnya bisa menjadi sebuah kesempatan untuk pergantian kekuasaan yang damai, namun kenyataannya, lebih seperti sekedar menggati wajah-wajah pemerintahan tanpa bisa mengubah kebijakan yang sudah ada.
Siapa Yang Bisa Mengubah Sistem Politik Indonesia?
Perubahan dalam sistem pemerintahan tidak hanya akan bergantung pada para pemimpin yang dipilih dengan pemilu. Bila kita mengupas sejarh indonesia, kita akan bisa melihat bahwa perubahan besar juga sering kali terpicu oleh gerakan-gerakan rakyat yang di dorong karena kesadaran dan juga keinginan memperbaiki keadaan. Masyarakat yang lebih teredukasi dan kritis akan lebih mampu untuk memberikan tekanan kepada pemerintahan untuk bisa memperbaiki sistem yang ada.
BIla perubahan bisa terjadi, maka indonesia akan memilikii potensi untuk bisa menjadi negara jauh lebih maju. Dengan sistem politik yang jauh lebih transparan, partai-partai yang jauh lebih bertangung jawab, serta pemerintahan yang lebih berfokus pada kesejahteran rakyatnya.

