Tips Bisnis menjanjikan Budidaya Lobster untuk Pemula

Tips Bisnis menjanjikan Budidaya Lobster untuk Pemula = Budidaya lobster air tawar merupakan salah satu bisnis rumahan yang masih menjanjikan dan berpotensi menghasilkan cuan

Tips Bisnis menjanjikan Budidaya Lobster untuk Pemula = Budidaya lobster air tawar merupakan salah satu bisnis rumahan yang masih menjanjikan dan berpotensi menghasilkan cuan. Cara beternak lobster air tawa ini sebenarnya mudah. Tapi memang harus di pelajari dengan serius. Dalam artikel ini kita akan mengenal apa itu lobster air tawar seperti habitat, karakteristik dan kebiasaannya. Selain itu Lobster air tawar termasuk dalam kelompok Crustacea. Namun udang ini hidup di air tawar. Ada tiga famili, yaitu Astacidae, Cambaridae dan Parastacidae.

1. Menyiapkan Media Pembenihan

Hal paling pertama adalah menyiapkan wadah pembenuhan. Ada beberapa pilihan yaitu menggunakan akuarium, bak plastik atau fiberglass dan kolam semen. Kemudian di butuhkan lubang pesembunyian dari pipa paralon, potongan bambu, genteng, ijuk atau tali rafia. Terakhir adalah aerator untuk memastikan ketersediaan oksigen dan menjaga kualitas air. Adapun ukuran akuarium untuk lobster air tawar bisa di buat berukuran 100 cm x 50 cm x 40 cm.

Ketinggian maksimal air adalah 3/4 dari tinggi akuarium, yakni 30 cm. Ukuran ini bisa untuk memelihara sepaket induk terdiri dari 5 betina dan 3 jantan atau 100 benih ukuran 1 inci. Tempat dan bak plastik atau fiberglass sama dengan akuarium tetapi fiberglass harganya lebih mahal. Terlebih jika menggunakan kolam semen yang biayanya lebih besar.

2. Memastikan Sumber Air

Sumber air yang bisa di manfaatkan adalah PAM, air tanah dan air sungai. Air PAM dan air tanah harus di endapkan selama 24 jam terlebih dahulu. Hal ini karena air PAM mengandung klorin dan kaporit yang mengancam kehidupan lobster air tawar. Sedangkan air tanah di endapkan agar kadar oksigen meningkat. Proses ini bisa di percepat dengan aerator. Jika menggunakan air sungai, kualitasnya haru baik dalam artian tidak mengandung limbah. Lokasi budidaya juga haru dekat dengan bantaran sungai.

3. Pengendalian Hama Penyakit

Hama yang harus di waspadai adalah kucing dan tikus. Sedangkan penyakit yang sering menyerang lobster air tawar adalah jamur Saprolegnia dan Achyla, cacing jangkar, parasit Argulus foliaceus.

Baca Juga : Tips Bisnis Beternak Ayam Yang Mudah Dan Menguntungkan

4. Memilih dan Merawat Calon Induk

Pemilihan calon induk adalah proses penting karena induk yang baik akan menghasilkan benih yang baik juga. Biasanya dalam pembenihan di gunakan 5 paket induk yang terdiri dari 25 betina dan 15 jantan. Pilihlah calon induk yang pertumbuhannya paling cepat, nafsu makannya besar, gerakannya lincah, berwarna cerah dan tidak memilih lobster air tawar berkepala besar tapi tubuh kecil.

5. Pemijahan Induk Lobster

Calon Induk yang di pijahkan telah berusia 10-12 bulan atau ketika panjang tubunya sudah mencapai dengan 15-17 cm. Induk jantan dan betina yang akan di pijahkan di letakkan dalam akuarium berukuran 40x40x30 cm dengan ketinggian air 20 cm. Jumlah induk yang di letakkan dalam wadah tersebut adalah 3 induk jantan dan 5 induk betina. Siapkan tempat persembunyian berjumlah dan ukuran yang sesuai dengan jumlah dan ukuran induk. Pemijahan di tandai dengan telur yang terlihat di bagian abdomennya. Kemudian induk betina di inkubasi ke wadah perawatan telur.

6. Penetasan Telur

Proses penetasan telur bisa menggunakan akuarium, bak plastik atau kolam semen berukuran 1 x 1 x 1 m dengan ketinggian air 0,5 cm. Wadah ini cukup menampung 400 benuh atau 2 ekor induk betina. Selama proses pengeraman dan penetasm, suhu dan wadah harus selalu stabil. Karena telur sangat sensitif terhadap perubahan suhu.

 

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *